Senin, 02 Januari 2017

Bupati Klaten Sri Hartini Terjerat Kasus Korupsi


Klaten, Interogator Bayaran Pemberantasan Penggelapan menggeledah pangkat Tubuh Kepegawaian Tempat (BKD) Penguasa Kabupaten Klaten, Jawa Senter, Senin (2/1/2017).

Penggeledahan tercantum dilakukan pasca-operasi menyerkap yad terhadap Tumenggung Klaten Sri Hartini segenap yaum kemudian.

KPK tengah melantaskan penggeledahan pada sebesar instansi jawatan dekat himpunan jabatan Kabupaten Klaten. Darab ini, setidaknya delapan aparat KPK terbit lagi melantas menuju jabatan BKD nan beruang dekat Bangunan C.

Ketahuan anggota kepolisian menunaikan perawatan singset dekat gerbang bersarang dewan BKD semasa interogator KPK mengabulkan penggeledahan. Peliput pula karyawan BKD pula dilarang turun.
Bupati Klaten Sri Hartini. (foto: nasional.republika.com)
"Kepolisian Klaten melayani perlindungan semasih penggeledahan dari personel KPK, dengan sungguh sedang siap penggeledahan sama KPK," sebutan Kapolres Klaten AKBP M Darwis, Senin (2/1/2017).

Sebelumnya, KPK pula melangsungkan penggeledahan dekat sudung perseorangan Sri Hartini dekat Desa Tloyo, Wonosari, Klaten, bersama jua wisma instansi tumenggung pada Upaya Teruna 194, Metropolis Klaten.
Beberapa perlengkapan kesaksian diamankan fungsionaris selagi itu.
Wedana Sri ditangkap lengan sama pemeriksa KPK ketika diduga menyambut kepeng sogok tergantung perpindahan jabatan pada Kabupaten Klaten.

Heksa- kapita lainnya sekadar demi saksi alibi. Mereka yaitu Nina Puspitarini, Bambang Rapat, beserta Slamet, ketiganya berpangkat berkelas PNS. Tiga lainnya sama dengan Lima Wardhana, Sukarno, lalu Sunarso nan berbuat sebagai wirausaha.
Tentang khanah Sukarno, KPK mengambil doku Rp 80 juta. Kekal itu, dari graha jawatan Sri, alat membeslah uang Rp 2 miliar, 5.700 dollar Pasak, selanjutnya 2.035 dollar Singapura nan dibungkus paham kubus.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.